Rabu, 04 Desember 2013

Praktikum II Akhlak Tasawuf

AKHLAK TASAWUF
PRAKTIKUM II
Nama : Syaviera Dena Ananda
NIM    : 1113051000145
Kelas  : KPI 1 D
“Pengalaman saya terhadap Allah”
               
Pembentukan pribadi atau pembentukan karakter kita bisa tebentuk dari kecil tergantung orangtua mengajarinya seperti apa. Dan perkembangan kepribadian biasanya dipengaruhi oleh lingkungan. Seperti lingkungan keluarga, lingkungan sekolah, lingkungan masyarakat. Maka dari situlah pembentukan pribadi atau karakter akan terjadi.
            Pengalaman pribadi saya terhadap Allah adalah bernazar puasa, shalat Tahajjud, shalat Tasbih dan puasa senin kamis. Sewaktu saya SDI saya pernah berkeinginan sesuatu dan Alhamdulillah keinginan saya itu tersampaikan. Saat saya berkeinginan itu, saya bernazar. Dan setelah keinginan itu tersampaikan saya melakukan nazar puasa senin kamis. Karena nazar saya adalah puasa senin kamis. Lalu saya mulai melakukan atau mencoba shalat Tahajjud sewaktu saya SMP.  Ketika saya ingin melaksanakan ujian saya melakukan shalat Tahajjud. Tahajjud di ¾ malam dengan khusyuk itu benar-benar nikmat. Saya benar-benar merasakan kenikmatannya dan mulai dari situlah saya melakukan Tahajjud, walaupun tidak setiap hari dan masih jarang.

            Selanjutnya pengalaman saya sewaktu MA. Saat MA menjelang UAN,  menjelang UAN, saya beserta guru dan sisawa lain disekolah saya melakukan shalat Tasbih. Shalat Tasbih saya dan teman-teman saya di imamin oleh salah satu guru agama saya. Itu adalah pengalaman pertama saya melakukan shalat Tasbih. Setelah saya melakukan shalat Tasbih, saya merasakan kenikmatan dan ketenangan. Saat shalat Tasbih berjamaah, saya menikmati itu dengan kekhyusuk-an saya dengan hati saya yang senang, nyaman. Saya senang karena saya melakukan shalat Tasbih pertama kalinya dan itu dilakukan besama satu angkatan.  Dan Alhamdulillah saya lulus MA. Setelah UN, nikmat Allah yang diberikan kepada saya lagi adalah keterimanya saya di UIN.  Saat itu saya banyak berdoa kepada Allah dan melakukan usaha-usaha lainnya dan saya benar-benar tawakkal. Saya benar-benar berharap masuk UIN karena Universitas Islam tapi negri dan dapat meringankan beban orangtua saya. Akhirnya saya keterima dan saya sangat bersyukur. Jadi, itulah pengalamaan pribadi saya terhadap Allah dengan nikmat-nikmat, keajaiban-keajaiban yang telah Allah berikan. 

PRAKTIKUM 3 Reny

Judul : Pengalaman saya Ketika Mengamalkan Ar-Rahman
            Ar-Rahman adalah surah ke 55 yang di turunkan di madinah. Surat ini memiliki 78 ayat yang di dalamnya terkandung makna yang luar biasa. Seprti Ayat pertama dari Ar-rahman yang artinya Allah yang Maha Pengasih. Yang ke2 yang telah mengajarkan al-Quran. Yang ke3 Dia menciptakan manusia. Dan yang ke4 mengejarnya pandai berbicara. Tak hanya itu banyak lagi ayat special yang mungkin bisa menggugah hati pembaca yaitu ayat 26 semua yang ada di bumi akan binasa. Yang ke27 tetapi wajah Tuhanmu yang memiliki kebesaran dan kemuliaan yang kekal. Ayat ke29 apa yang ada di bumi selalu meminta kepada-Nya. Setiap waktu Dia dalam kesibukan. Ayat ke33 wahai golongan jin dan manusia, jika kamu sanggup menembus (melintas) penjuru langit dan bumi maka tembuslah. Kamu tidak akan mampu menembusnya kecuali dengan kekuatan dari Allah.

Banyak hikmah yang saya pribadi dapatkan setelah membaca ayat perayat dari surat ar-Rahman tersebut. Saya merasakan betapa hinanya diri saya ketika saya membaca ayat ke29 yang memiliki arti apa yang ada di bumi selalu meminta kepadaNya. Setiap waktu Dia dalam kesibukan. Astaghfirullah, seketika hati saya mengucap istighfar. Apa yang ada di bumi selalu meminta kepada Allah, namun saya enggan untuk melakukan itu, padahal manusia di ciptakan Allah untuk meminta kepadaNya. Ayat yang paling membuat saya merenung dan berfikir yaitu ayat ke26 yang memiliki arti semua yang ada di bumi akan binasa. Saya berfikir untuk apa saya masih selalu mengutamakan dunia saya padahal ayat itu jelas maknanya, semua akan binasa tidak akan abadi, hanya amal perbuatan baik yang akan di pertanyakan. Saya sedikit ada pencerahan Allah telah menegur saya dari situ. Allah mengingatkan saya melalui berbagai cara, termasuk melalui tugas ini, tanda bahwa Allah masih sayang kepada saya. Banyak sekali hikmah yang saya dapat, saya lebih percaya, lebih tenang, lebih khusyuk, dan lebih yakin bahwa semuanya hanya milik Allah. Allah yang berhak membolak-balikan semua. Ya Allah, terima kasih 

PRAKTIKUM 2 Reny


Reny Nur Aini, kpid 2013

.
Ku hirup udara segar pagi itu, dengan penuh ketenangan. Ku hirup dalam-dalam sampai terasa dalam paru-paru. Sejuk, segar, damai. Ku injakkan kaki ini di stasiun kereta deket rumah. Aku baru tiba dari liburan panjangku di Ibu Kota. Rindu yang sangat aku rasakan, ku peluk ayah dan ibuku. Setelah lama melepas rindu aku teringat bahwa hari itu adalah pengumuman hasil UN ku. Segera ku bersiap untuk berangkat ke sekolah. Sesampainya di sekolah temen-temen ku udah ngumpul di depan ruang TU. Setelah lama menunggu akhirnya apa yang kun anti dating juga. Alhamdulillah, ucapan syukur tak henti-hentinya keluar dari mulut ini. Ku bergegas untuk pulang dan menceritakan semua kepada kedua orang tua ku. Mereka pun ikut merasakan apa yang aku rasakan waktu itu. Namun kebahagian itu tak lama setelah ayah menanyakan tentang study ku selanjutnya. Aku punya banyak mimpi yang mungkin terlalu tinggi. Aku pengen menjadi seorang programmer, hanya itu yang ada di angan ku. Ku mencoba mengikuti SNMPTN 2012 sama SPMBPTAIN 2012, aku mendaftar di 5 universitas ternama di pulau ini. Aku pajang foto Universitas favorit ku termasuk UIN jkt, dan ku tulis semua impianku di situ. Ku temple di sudut tembok kamarku, yang bisa aku pandang setiap bangun dan tidur. Namun, semua terasa sia-sia semua universitas menolakku. Allah tidak adil. Allah tidak membayar semua usahaku. Sedih, nangis, serasa semua udah berakhir. Cuma itu yang aku lakuin tanpa mikir apa kesalahanku.
            Kakak minta aku untuk melamar kerja di bank, sulit rasanya. Tak sedikitpun aku punya skill di bidang itu. Allah. Kenapa hidup sesulit ini? Merenung. Tak cukup satu hari aku melakukan hal itu. Dari situ aku merasa deket banget sama sang pencipta. Aku membaca buku tentang religi, di perpus, Koran, majalah yang berhubungan dengan religi, bahkan sering untuk pergi ke took buku membeli buku-buku religi. Dari situ aku banyak membaca, banyak mengetahui tentang keEsaan Allah. Namun sebuah kutipan yang di tulis oleh ustadz yusuf Mansur yang sampai saat ini masih teringat yaitu jadi, ketika kita merasa susah, sedangkan kita tahu bahwa diri kita memang penuh dengan dosa dan maksiat, seharusnya saat itu juga kita sudah tahu bahwa nuansa kesusahan yang sedang kita hadapi bukanlah ujian melainkan azab. Astaghfirullah, kalimat itu yang membuat aku terus beristighfar. Memohon ampun kepada Allah. Tidak sepatutnya aku menyalahkanNya. Aku terus memohon ampun, memohon petunjuk, ku luangkan setiap malam ku untuk bermuhasabah kepadaNya.
            Beberapa hari kemudian, aku enyah dari keterpurukan itu. Beberapa ide muncul, ku coba mendaftarkan diriku di kampung inggris sambil menunggu pendaftaran perguruan tinggi di buka. Namun kampung inggris masuk bulan desember, gak mungkin aku jadi parasit keluarga. Dengan skill yang pass-passan dalam bidang photografi akhirnya aku melamar di sebuah studio photo, dan Alhamdulillah aku di terima. Alhamdulillah, sedikit demi sedikit pintu Allah terbuka untukku. Dua bulan aku bekerja dengan gaji yang pass-passan juga. Namun dari situ aku dapat ilmu lebih yang bisa aku gunakan di masa mendatang kelak. Desemberpun tiba, aku tinggalkan pekerjaanku untuk melanjutkan belajarku. Aku belajar bahasa inggris yang mungkin pelajaran ini tidak aku sukai dulu. Namun aku berjuang, aku yakin semua ilmu pasti berguna, Allah meninggikan derajat orang yang berilmu. Ikhlas aku jalani. 6 bulan selesai. Dari yang gak bisa berbahasa inggris sama sekali Alhamdulillah sekarang sudah bisa. Pendaftaran perguruan tinggipun telah di buka. Aku mendaftar di UIN Jakarta dengan persetujuan keluarga. Aku sedikit pesimis, karena mata pelajaran yang aku pelajari di bangku sekolah dulu telah hilang begitu saja. Aku mulai belajar, dan itu otodidak, tanpa ada guru les, namun semangatku mengalahkan rasa malasku. Dengan melibatkan Allah dalam segala urusan, aku praktikan betul kata-kata ustadz Yusuf Mansur tersebut. Temen-temen membuat aku semakin bimbang dengan pilihanku. Namun kata ayah aku gak boleh ambil tes lain, aku Cuma ambil tes Mandiri di UIN, pesan ayah focus pada satu tujuan itu lebih baik dari pada banyak tujuan tapi tidak focus. Ku ikuti kata beliau. Ketika ujianpun ku sempatkan shalat dhuha di sela-sela waktu ujian sampai-sampai aku telat masuk untuk tes yang ke dua. Doa ku waktu itu, ya Allah ini kemampuan hamba dan ini usaha hamba, hanya kepadaMu hamba memohon, engkau Maha Kuasa. Tunjukkan jalan hamba. Doa yang terus aku lantunkan dalam hati meskipun waktu itu tes yang aku hadapi serasa sangat sulit, usaha telah aku lakukan dan hanya doa yang mengiringi ujian tes ku waktu itu. Dengan penuh keyakinan bahwa Allah mengiringi setiap langkahku. Selesainya ujian, aku pulang. Dari situ aku semakin senang mempelajari syariat islam.
            Aku buka facebook ku untuk update info. Ada seorang pengguna facebook yang membagikan tautan yang bertuliskan Detik-Detik waktu yang sangat berharga:
1.      Waktu 1/3 malam. Karena pada waktu itu Allah turun ke langit yang paling rendah. Barang siapa yang berdoa maka akan di kabulkan.
2.      Waktu di antara adzan dan iqomah. Saat menunggu shalat berjamaah. Bahwa doa tidak akan di tolak pada waktu itu.
3.      Pada waktu sujud ( sujud syukur, sujud tilawah, sujud syahwi )
4.      Sehabis shalat fardhu / shalat jum`at.
5.      Ketika imam shalat jumat naik ke atas mimbar samapi selesainya shalat jum`at.
6.      Waktu terakhir setelah ashar.
Dan aku tergugah untuk melakukannya. Alhamdulillah sepanjang menunggu pengumuman SPMB Mandiri UIN jkt aku bener-bener mengamalkannya. Sepanjang puasa aku mengamalkan itu. Pengumuman diumumkan tanggal 3 agustus 2013 tapi pada tanggal 1 agustus aku pulang kampung bersama kakak, macet sangat sampai-sampai tiba di rumah pukul 3 dini hari. Pengumumanpun sudah keluar, banyak temen yang sms suruh segera buka hasil pengumuman. Namun aku mencoba tenang, aku shalat dan berdoa semoga besok pagi adalah pagi yang sangat cerah bagiku. Setelah shalat aku segera tidur karena kecapean. Sekitar jam 8 pagi aku mencoba membuka pengumumannya, dengan penuh cemas, takut, sedih, seneng, semua campur. Dengan ucapan bismillahirrahmanirrahim aku buka dan Alhamdulillah puji syukur kehadirat Allah, aku di terima di KPI. Namun sedihnya, 8 teman seperjuanganku tidak ada yang masuk. Namun Alhamdulillah wa syukurillah aku bisa kuliah di tempat yang aku inginkan meskipun dengan prodi yang gak begitu di inginkan. Namun aku yakin Allah menghargai semua ilmu. insyaAllah bermanfaat J
Teringat semua mimpi-mimpi yang aku tulis dan aku temple di tembok kamarku. Keajaiban tulisan dan mimpi. Semua akan Allah wujudkan namun kita tidak tahu kapan itu. Allah lah yang Maha Tahu yang terbaik. Nah, dari kejadian itu aku sadar, Allahlah yang Maha Menentukan. Allah tahu yang terbaik. Dan selalu teringat dengan kata-kata ustadz Yusuf Mansur  “Libatkan Allah dalam setiap Urusan”.
 


pratikum 3 akhlak tasawuf


PRATIKUM 3



NAMA                       :  MUCHAMAD SANTOSO
NIM                             :  1113051000172
KELAS/JURUSAN   : D / KPI / 1
MATAKULIAH          : AKHLAK TASAWUF

Saya akan menceritakan pengalaman saya dalam mengamalkan dan membaca surat ar-rahman ayat 1-4 disaat selesai sholat fardhu, dimana saat saya mengamalkannya saya merasa lebih dekat ke pada sang pencipta yaitu Allah SWT dan lebih merasakan/memahami bahwasannya Allah SWT yang menciptakan alam semesta ini dan juga yang mengatur proses kehidupan manusia seperti kematian dan kelahiran.
Dimana dalam ayat 4 Allah SWT mengajarkan kita pandai berbicara melalui perantara orang tua kita.

            Di dalam surat ar-rahman, kita diajak untuk lebih dekat kepada Allah SWT dan juga selalu bersyukur kepada nikmat yang Allah berikan kepada kita setiap saat karena Allah bersifat penolong kepada semua umatnya, Allah juga membimbing kita untuk selalu ingat kepada Allah setiap saat juga kita harus selalu berbuat baik dan meninggalkan maksiat karena walaupun orang lain tidak tahu perbuatan ini tetapi Allah maha mengetahui segala perbuatan yang kita lakukan baik itu perbuatan terpuji atau perbuatan tercela. Dan juga setelah membaca surat ar-rahman ayat 1-4 saya yakin bahwa Allah selalu melindungi kita dari orang-orang yang akan berbuat zalim kepada kita.
            Demikian cerita pendek saya mengenai pengalaman dalam mengamalkan surat ar-rahman ayat 1-4, sehingga saya ingin lebih dekat lagi kepada Allah, juga menjalankan perintah yang dilarangnya, selalu bersyukur kepada Allah atas nikmat yang berlimpah-limpah yang selama ini Allah berikan kepada kita. Selain itu saya juga ingin memperkuat iman saya sehingga tidak mudah goyah dan meyakinkan kepada saya bahwa bumi ini akan binasa atau yang disebut dengan kiamat.

PRATIKUM 2 AKHLAK TASAWUF


PRATIKUM 2 AKHLAK TASAWUF




NAMA             : Muchamad Santoso
KELAS             : KPI/1/D
NIM                  : 1113051000172
Dosen              :  Bpk Hamdani    


Cerita ini merupakan pengalaman pribadi saya berakhlak kepada Allah SWT, dimana cerita ini mengenai pengalaman saya dalam membaca kitab agama islam Al-qur’an,seperti yang kita ketahui didalam Al-qur’an terdapat penjelasan mengenai fungsi hidup dan merupakan wahyu Allah yang diturunkan melalui Nabi Muhammad SAW.
        Disaat saya membaca Al-qur’an, dimana hati saya dalam keadaan kacau,galau,dan juga gundah gulana, seperti orang yang dirasuki oleh rasa takut yang sangat besar.
Namun ketika saya membaca Al-qur’an jiwa dan pikiran saya menjadi tenang,tidak mudah emosi dan juga rasa takut saya perlahan menghilang, juga mendekatkan saya kepada sang pencipta alam semesta ini Allah SWT.
          Dan salah satu surat yang benar-benar mengena hati dan perasaaan saya adalah surat Ar-Rahman dimana dalam surat Ar-rahman Allah SWT menciptakan dan melimpahkan segala nikmatnya kepada siapa saja, karena Allah SWT memiliki sifat Maha Pengasih dan lagi Maha penyayang kepada umatnya.
          Demikian cerita tentang pengalaman saya beraklak baik kepada Allah SWT dengan memperbanyak membaca Al-qur’an yang berisikan wahyu-wahyu Allah SWT, sehingga iman saya semakin kuat dan juga menghindari segala larangan dan menaati perintah Allah SWT dan juga dengan membaca Al-qur’an jiwa,perasaan,dan pikiran saya semakin stabil dan saya selalu mencoba mendekatkan diri kepada Maha Pencipta alam semesta Allah SWT.

Praktikum II akhlak tasawuf


Praktikum II Akhlak Tasawuf
Anis Nurfitriani KPI ID

Tema : “ Pengalaman Saya Berakhlak Kepada Allah SWT ”
           
Do’a yang terkabul
Ketika saya duduk dibangku kelas 3 tsanawiyah, Saya diberi oleh Allah SWT  kenikmatan merasakan Do’a yang saya panjatkan pada Shalat Dhuha terkabul dengan cepat. Pada saat itu saya belajar menimba ilmu di pondok pesantren modern Daarussalaam Depok. Saya ingat dengan jelas pada hari minggu saat jam istirahat pertama, saya menunaikan Shalat Dhuha dua rakaa’at. Dalam sujud terakhir shalat, saya menangis sejadi-jadinya karena saya ingin sekali ditengok oleh ayah saya yang sudah lama sekali tak menengok saya, dikarenakan ia bekerja diluar kota. Dalam sujud terakhir itu, saya meminta kepada Allah agar saya dapat berjumpa dengan ayah saya, yang tak lain adalah api penyemangat saya dalam belajar menimba Ilmu di pondok pesantren modern Daarussalaam Depok. Setelah saya menyelesaikan shalat, saya bergegas melanjutkan aktivitas  kembali. Hingga tiba sore hari saya hendak menjalankan ekstrakulikuler pencak silat, saya diberitahukan oleh kaka kelas saya, bahwa ayah saya datang menengok saya. Betapa saya bahagia mendengarnya, pada saat itu saya mengingat akan do’a yang saya panjatkan ketika menunaikan Shalat Dhuha tadi.
Subhaanallah … setelah kejadian tersebut, saya meyakini bahwa apabila kita memohon kepada Allah dengan penuh keyakinan dan berpasrah kepada-Nya, niscaya Allah akan mengabulkan Do’a kita. Seperti dalam ayat-Nya Allah bersabda “ Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu (Muhammad) tentang Aku, maka sesungguhnya Aku dekat. Aku kabulkan permohonan orang yang berdo’a apabila dia berdo’a kepada-Ku. Hendaklahb mereka itu memenuhi (perintah)-Ku dan beriman kepada-Ku, agar mereka memperoleh kebenaran.” (Al-Baqarah:186)
Waallahu A’lam Bisshowaab.

Selasa, 03 Desember 2013

praktikum3

Akhlak Tasawuf
Praktikum 3

Nama/Kelas     : Endah Dewi Cahyani/KPI 1 D
Tema               : Cara mudah medapatkan Qurbah atau Ma’iyah
Judul               : pengalaman saya Endah Dewi Cahyani mengamalkan/mendawamkan surat Ar-rahman setlah seiap shalat fardu atau dalam kehidupan sehari-hari

a.      Penggalan surat ar-rahman yang menjadi inspiratif yaitu pada ayat:

1.      Ar-rahmaan
“Allah yang Maha Pengasih” (Q.S Ar-rahmaan:1)
Allah adalah zat Maha Pengasih, tiada satupun yang menandingi kasih-Nya, termasuk kasih kepada hamba-Nya yang ta’at maupun yang bergelimangan dosa. Allah selalu memaafkan dosa-dosa hamba-Nya yang bertaubat dijalan-Nya. Tiada tuhan selain Allah yang maha kuasa, maha bijaksana, dan maha pengasih terhadap kekasih-Nya.

2.      ‘Allamal qur’an
“yang telah mengajarkan al-qur’an” (Q.S Ar-rahmaan:2)
Bahwasanya Allah mengajarkan Al-qur’an. Mengajarkan disini berarti memberi petunjuk dengan menyeru hamba-hamba Allah yang tersesat maupun yang beriman. Mengarahkan jalan yang lurus agar manusia tidak tersesat kedalam jurang dosa.

3.      Khalaqul insaan
“Dia menciptakan manusia” (Q.S Ar-rahmaan:3)
Agar dunia yang Allah ciptakan ini seimbang dan ada yng mengelola, Allah yang Maha Pengasih menciptakan manusia , menjadikan manusia khalifah yang senantiasa menjaga bumi dengan damai dan penuh kasih. Karena sesungguhnya Allah yang Maha Pengasih mencintai siapa hamba-Nya yang mengasihi ciptaan-Nya.

4.      ‘Allamahulbayaan
“mengajarnya pandai berbicara” (Q.S Ar-rahmaan:4)
Allah mengajarkan manusia pandai berbicara, yang berarti Allah memberikan karunia dengan menberi panca indra yang salah satunya berfungsi sebagai alat komunikasi agar sesama manusia saling mengerti apa yang dimaksudkan orang lain dan saling memberi seruan  dengan dakwah (saling mengingatkan) agar terus dijalan Allah.

5.      kullu man ‘alaihaa faan
“semua yang ada dibumi itu akan binasa” (Q.S Ar-rahmaan:26)

Allah menciptakan segalanya yang ada dibumi adalah untuk menjadi khalifah. Melestarikan dan merawat bumi. Begitu pula dengan menciptakan, Allah pun membinasakan segala yang ada dibumi pada masanya. Dimana hari itu disebut hari kiyamah, dan pada segala hal yang telah Allah ciptakan maka akan hancur dan binasa, tanpa terkecuali.