Sabtu, 07 Desember 2013

Praktikum III


Nama               : Nurdiansyah
NIM                : 1113051000187
Kelas               : KPI / 1D
Mata Kuliah    : Ahlak Tassawuf


         PENGALAMAN SAYA MENGAMALKAN SURAT AR-RAHMAN AYAT 1-4
Pengalaman saya (Nurdiansyah) Setelah mengamalkan dan membaca surat Ar-rahman ayat 1-4 setelah shalat fardu, yakni saya merasakan lebih memahami bahwa Allah swt sangat pemurah kepada para mahluk ciptaan-Nya. Dengan selalu memberikan nikmat yang tidak terhingga kepada ciptaan-Nya, hanya saja sering kita tidak menyadarinya. Setelah lebih kurang 2 minggu saya mengamalkan surat Ar-rahman ayat 1-4, tidak tahu kenapa saya merasa hati saya lebih tenang dan pikiran saya selalu mengingat kepada Allah swt. Saya merasa bahwa Allah akan selalu memberikan rizky dan nikmat yang lainnya yang tidak terhingga jika manusia mau berusaha dan bertawakal kepada-Nya.

Rabu, 04 Desember 2013

Praktikum II, Hakiki Tertiari H

NAMA                        : HAKIKI TERTIARI HIJRIAWAN
MATA KULIAH       : AKHLAK TASAWUF
KELAS                       : KPI 1 D
NIM                            : 1113051000148

TUGAS PENGALAMAN SAYA BERAKHLAK KEPADA ALLAH SWT
Pengalaman saya berakhlak kepada Allah adalah disaat saya melakukan ibadah sholat, tapi ternyata selain sholat saya merasa berakhlak kepada Allah disaat saya mulai mencoba menghafal surat Ar-Rahman, yang mana itu adalah sebagian dari mata kuliah akhlak tasawuf, sebenarnya sebelumnya saya sudah ada niat untuk merencana menghapal surat ini saya mencoba memulai dari membaca full surat Ar-Rahman ini. Sehabis sholat maghrib saya mencoba mentempatkan untuk membaca surat ini, dengan sedikit sedikit mulai menghafalnya.
Pada pertemuan mata kuliah akhlak tasawuf, awalnya dosen menawarkan apakah anda semua ingin mendengar suara Allah, ya tentu kami ingin mendengarnya, ternyata surat Ar-Rahman lah yang diperdengarkan kepada kami, lalu dosen memberi tugas untuk menghafal surat ini tetapi dengan artinya juga, kebetulan sekali karena memang sebelumnya saya sudah mencoba menghafal surat Ar-Rahman ini, menghafal surat ini memang tidak mudah bagi para mahasiswa yang jarang menghafal surat walaupun surat ini memiliki 30 ayat lebih yang sama, tetapi tetap saja ada kesulitan tersendiri, tetapi dengan adanya tugas ini saya semakin tercpacu untuk menghafal surat ini.
Awal mula saya menghafal surat Ar-Rahman setelah diberi tugas oleh dosen akhlak tasawuf adalah dengan membaca beberapa kali membaca full ayat dari surat ini yang berjumlah 78, lalu membaca disaat ada luang waktu, menghafal dikit demi sedikit per ayat, waktu yang diberikan kepada mahasiswa adalah dua minggu terhitung dari hari kamis yang mana ada jam pelajarannya, awalnya saya memakai cara tersebut, memang bisa dikatakan berhasil karena saya mulai bisa beberapa ayat, mungkin itu pemula seperti saya itu sangat mengesankan, didalam sholat saya.
Tugas yang diberikan dosen tidak hanya ayat saja tapi juga dengan artinya, mulai lah saya membaca artinya ayat per ayat, semula saya hanya membaca tapi saya mulai bertanya kepada teman dan orang orang yang tahu tentang surat ini, semakin lama saya semakin tertarik untuk mengetahui apa kandunga surat ini, walaupun belum saya lakukan, saya masih hanya mencoba membaca artinya sembari menghafalnya dengan ayatnya, adapun cara lain yang saya lakukan adalah dengan mendengarkan surat Ar-Rahman melalui hp, dan memang sangat berguna bagi saya.
Terdapat ayat yang membuat saya tergugah adalah ayat ‘fabiayia la irabikumatukadziban’ sangat membuat hati benar benar merasakan apa yang Allah berikan kepada umatnya di dunia ini, banyak sekali orang menafsirkan ayat ini, tapi pada intinya adalah apa yang kurang dari pemberian Allah kepada kita, ini membuat saya sangat berkaca dan semakin bersyukur tentang apa saja yang Allah berikan ke saya dan kepada umat umatnya didunia ini.
Dengan adanya ayat ini saya semakin terpacu sangat terpacu untuk menghafal surat Ar-Rahman ini, bukan saja ayat ini tapi semua ayat didalam surat ini, sedikit banyak saya mendapatkan informasi tentang tafsir dari surat ini per ayat nya.

Jadi dengan adanya tugas akhlak tasawuf ini saya merasa bersyukur karena saya bisa berakhlak kepada Allah dengan menghafal surat Ar-Rahman dan saya akan mencoba untuk menghafalnya terus agar bisa digunakan dalam kehidupan sehari-hari saya yang bisa membimbing saya juga, satu lagi yang sangat membuat saya takjub akan ayat per ayat nya, kata kata Allah memang indah ditambah jika seorang qori yang membaca nya dengan lafadz dan intonasi yang khas.
Praktikum 3

Nama                           :   Dendy Apriansyah
Kelas/semester             :    KPI 1 D
Nim                             :   1113051000152

Pengalaman  terhadap surah Ar Rahman, setelah saya membaca dan mengamalkan surat ar rahman dari ayat 26 sampai 28 sewaktu solat, saya merasa ketenangan yang luar biasa, kekhusukan solat saya bertambah setelah saya mengetahui arti dan merenungi dari setiap ayat-ayat yang dibaca mengadung betapa besarnya keagungan Allah terhadap umat-Nya. Segala kepunyaanya yang berada di jagat raya ini adalah atas kuasanya yang Maha Kuasa atas kehendak-Nya. Saya meyakini bahwa Allah adalah Maha Pengasih yaitu memberikan nikmat kepada seluruh mahluk hidup yang berada di muka bumi tidak terkecuali sungguh Allah Maha Besar. Allah Maha Melihat atas apa yang ada di bumi, ibadah apapun yang kita lakukan Allah akan melihat, jadi saya menyadari apapun yang saya perbuat selalu mendapat pengawasan dari Allah, itu mendorong saya agar dapat terus berbuat kebaikan menjalankan perintahnya dan menjauhi segala laranganya.
Makna yang terkandung dalam surah Ar Rahman mengingatkan saya bahwa segala sesuatu yang kita kerjakan akan segera mendapatkan konsekuensinya dari Allah, jika kita berbuat kebaikan dalam hidup kita Allah akan memberikan kita nikmat yang luar biasa di dunia sedangkan di Akhirat Allah menjanjikan Surga-Nya untuk Hambanya yang beriman, sebaliknya Allah menjanjikan neraka bagi hambanya yang ingkar dan tidak mau menjalankan perintahnya .

Oleh karena itu setalah memahami dan menelaah pemahaman dari surat Ar Rahaman ini  saya ingin meningkatkan kualitas keimanan keislaman dan ketakwaan ibadah kepada Allah agar senantiasa menjadi hambanya yang selalu mengingat dan setia kepada Nya dimanapun saya berada. Saya ingin menjadi hambanya yang selalu besyukur atas nikmat yang telah diberikan kepadaNya 

Praktikum III Akhlak Tasawuf Nurul Fikri

Praktikum III Akhlak Tasawuf
Nama        : Nurul Fikri
NIM        : 1113051000178
Kelas        : KPI 1 D
Mata kuliah    : Akhlak Tasawuf

              Pengalaman saya (Nurul Fikri) mengamalkan/mendawamkan surah Ar-Rahman setelah           setiap Shalat fardhu atau setiap saat
   
               Ketika saya mengamalkan surah Ar-rahman secara rutin setelah selesai sholat fardhu, Alhamdulillah saya merasakan manfaatnya. Banyak manfaat yang saya dapat salah satunya adalah saya merasa bahwa setiap urusan atau masalah yang saya hadapi Allah lebih mudahkan dari pada sebelumnya, seperti ketika saya sedang mengalami kesulitan ternyata Allah dengan sangat cepat membantu dan menolong hambanya. Lalu dengan mendalami dari segi artinya yaitu saya merasa bahwa setiap saat selalu diawasi oleh Allah, hingga saya merasa takut untuk berbuat hal yang tidak baik dan mendorong saya untuk senantiasa beribadah pada Allah yaitu dengan cara menjalankan segala perintah Allah dan meninggalkan larangannya. Dan selalu memaksimalkan sikap iffah (hati-hati) yakni hati-hati dalam menjaga hati, menjaga lisan, menjaga sikap dan perbuatan. Apalagi dalam surah ini banyak ayat yang artinya adalah “maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan?” Subhanallah, saya begitu merinding mendalami makna ayat tersebut seolah-olah kita seperti sedang berdialog dengan Allah, karena menyadarkan kita akan berbagai hal, dari kita yang kadang lalai akan perintah Allah dan kurang rasa syukur kita terhadap semua nikmat yang Allah telah beri, membuat kita tersadar agar terus banyak bersyukur yang tiada henti pada Allah atas nikmat yang diberi dan tidak kufur nikmat, karena kita sebagai manusia makhluk ciptaan-Nya tak mampu menghitung nikmat Allah. Dan mendorong saya untuk terus mengamalkan surah Ar-Rahman ini karena manfaatnya sangat banyak. Imam al-Baihaqi juga meriwayatkan bahwa Nabi Muhammad saw bersabda : “segala sesuatu memiliki pengantinnya dan pengantin al-Qur’an adalah surah Ar-Rahman”  sungguh indah bukan, dalam hadits tersebut telah dijelaskan posisi Ar-Rahman sebagai pengantin al-Qur’an. Maka, semoga dengan kita selalu mengamalkan atau mendawamkan surah Ar-Rahman ini akan datang faedahnya kepada kita, dan semoga kita selalu ditambahkan karunia Allah dan keberkahan hidup yang banyak serta selalu dalam naungan, ampunan, perlindungan, dan kasih sayang Allah SWT. 
Aamin ya Rabbalalamin.
PRAKTIKUM  2
Nama ; dendy apriansyah
kelas  ;  kpi 1 d
Nim   ;  1113051000152

Pengalaman Religius di Kawah Putih

Pengalaman religius ini terjadi sekitar 2 tahun yang lalu tepatnya pada saat saya berada pada masa SMA, tepanya pada kelas tiga. Rencana liburan keluar kota sudah lama kami bicarakan bahkan pada waktu kelas dua kami hampir melaksanakan liburan keluar namun belum terlaksana. Pada akhirnya keinginan kami semua tercapai, saya beserta teman saya dapat melaksanakan rencana kami yaitu pergi ke Bandung dengan mengendarai sepeda motor. Kegiatan tersebut bertepatan dengan hari libur setelah di laksanakanya UN di SMA kami. kami memilih hari rabu menjadi hari pemberangkatan karena di dalam benak kami hari kamis dan jumat merupakan hari yang sakral unutk berpergian makanya kami melilih hari rabu untuk berangkat menuju Bandung. Persiapan dan kesiapan kami siapakan untu memenuhi barang-barang yang perlu kami bawa karena rencana kami pada saat itu berada selama 3 hari, tentu saja memerlukan persiapan yang cukup, mulai dari pakaian, alat mandi, kondisi motor karena medan yang akan lewati cukup sulit, kami sangat memperhatikan kondisi motor, dan tentu saja bekal uang yang cukup selama perjalan kami sudah siapkan semua. Dan tak lupa fisik dan mental sudah kami sipakan jauh sebelum hari keberangkatan, keadaan fisik yang prima sangat dibutuhkan mengingat jarak Bandung-Jakarta yang jauh ditambah lagi kami menggunakan motor pasti akan menempuh waktu yang lama, kami memperkirakan 5-6 jam menuju Bandung, keadaan mental juga kami perhatikan karena disana kami akan banyak melewati tempat yang asing untu kami. walaupun diantara kami belum ada yang pernah ke Bandung,  kami sedikit bermodalkan nekat dengan pengetahuan tentang Bandung, terutama jalan-jalan di Bandung. Bandung memang menjadi tempat tujuan yang rumit bagi wisatawan dengan pengetahuan awam, karena hampir semua jalan-jalan di Bandung merupakan jalan searah dengan rambu-rambu minim. Itu semua akan kami jalani dengan perasaan suka  cita karena kemauan dan tekad yang sudah di siapkan dari jauh-jauh hari sebelum hari keberangkatan. Bandung menjadi tempat tujuan kami untuk berlibur sekaligus melepas rasa penat setelah 6 bulam kami di priotaskan untuk persiapan menghadapi Ujian Nasional karena Bandung merupakan kota yang menarik dengan tempat wisata yang cukup banyak.
Setibanya hari H keberangkatan, kami berkumpul di rumah Hilman. Kami pergi dengan 7 orang, mereka adalah Zaydi, Bhery, Hilman, Yudha, Hendra, Fradit serta saya. Menggunakan 4 kendaraan motor. Kami brifing sebelum keberangakatan menyiapkan bekal info mengenai jalan menuju bandung. Hari pertama, pukul 10 pagi kami berangkat. Kami menuju bandung melalui jalan via puncak, kami memilih jalan tersebut karena pemandangan suasa puncak yang menjadi pemikat kami untuk memilih jalan via puncak. Adzan zuhur berkumandang mengiringi kedatangan kami di puncak, kami pun solat dan istirahat di masjid At-ta’aun. Setelah istirahat kami melanjutkan perjalanan. Selama perjalan kami sering unutk menepi di bahu jalan unutk beristirahat karena fisik kami yang tidak biasa untuk berpergian jauh sampe akhirnya pukul 3 sore kami tiba di kota bandung, tepatnya di Cimahi. Ashar kami solat di masjid di alun alun di daerah Cimahi semabari melepas kepenatan selama perjalanan yang cukup lama tadi. Kami melanjutkan perjalan menuju rumah salah satu Om nya Bheri yang berada di kawasan Cimahi. Malam hari pertama, kami habiskan di rumah saja karena rasa letih yang menyerang kami selama perjalan yang cukup melelahkan.
Keesokan harinya tepatnya hari kedua kami berada di Bandung, kami berencana untuk berwisata ke Kawah Putih yang berada di Ciwedey, Bandung. Mengingat tempat penginapan dan tempat wisata tersebut tidak terlalu jauh, cukup 1-1,5 jam kami bisa sampai kesana. Dalam perjalan menuju Kawah Putih. Pukul 11 pagi kami berangkat, di dalam perjalanan saya mendapati kejadian religius, pada saat perjalan pagi itu cuaca disekitaran Bandung sangat cerah dan terang benderang. Perjalanan yang hanya memakan waktu satu jam itulah yang membuat kami merasa santai pada waktu perjalan, namun sampai azhan zuhur, kami belum sampai di tempat tujuan. Setelah mendengar azhan tersirat dalam pikiran saya bahwa saya dan teman-teman akan solat setelah kami sampai disana, namun tidak sampai lima menit cuaca mulai mendung seketika dan benar cuaca mendung mengundang datangya hujan. Hujan yang sangat lebat seketika di iringi angin yang kencang, kami terkejut dan segera menepi mencari tempat untuk berteduh dengan keadaan yang sedikit basah, dengan perasaan kecewa kami menunggu hujan reda untuk kembali melanjutkan perjalan. Kebetulan tempat berteduh kami tidak jauh dari masjid, kamu segera menuju masjid untuk solat. Setelah solat hujan tak kunjung reda, bahkan hujan semakin lebat dan suara petir yang kencang. Pikir saya pada saat itu , kejadian tersebut sering terjadi ketika hujan lebat turun di Jakarta, namun dibalik itu saya berpikir ada apa dengan hujan yang datangnya secara tiba-tiba hujan yang lebat serta lama apakah ada peringatan atau pertanda untuk saya, namun saya berpikir positif  menanggapinya kejadia tersebut. Akhirnya hujan pun reda setelah 1 jam turun dengan lebatnya, dan kami melanjutkan perjalan. Dan betapa terkejutnya kami dengan apa yang terjadi di depan, ada sebuah mobil dan tiga motor dengan kondisi parah setelah terjadi kecelakaan. Kami segera menepi untuk sekadar melihat apa yang telah terjadi, ternyata peristiwa itu terjadi ketika hujan lebat tadi turun, mobil yang melaju kencang menabrak motor yang berada di depanya  karena pada saat itu keadaan jarak pandang sangat kurang karena hujan lebat. Akhirnya saya menyadari bahwa perasaan yang tersirat dalam pikiran saya ternyata mendapat jawaban setelah melihat apa yang telah terjadi dengan kecelakaan mobil. Allah mengingatkan saya dan teman-teman dengan menurunkan hujan yang tiba-tiba agar kami tidak melanjukan perjalanan, karena kami semua tidak membawa peralatan jas hujan dalam bagasi motor. Dalam benak saya mendengarkan kumandang adzan namun tetap melanjutkan perjalanan dan memilih untuk solat zuhur setelah sampainya di tempat kawah putih. Itu menjadi peringatan kepada kami, agar selalu mempriotaskan solat diawal waktu karena jika kami pada saat itu membawa  jas hujan dan tetap melanjutkan perjalan, kami tidak akan tahu dengan apa yang terjadi kepada saya dan teman-teman. Allah masih menyayangi saya dan teman-teman dengan untuk mendatangkan hujan agar kami tidak melanjutkan perjalan. Dan belajar dari pengalaman tersebut kami selalu mengingat Allah selama dalam perjalanan, dengan membaca istigfar dan segera solat diawal waktu.
Setelah melihat dan merenungi kejadian tersebut, kami tetap melanjutkan perjalanan ke Kawah Putih, sampai akhirnya pada sore hari kami pulang untuk kembali pulang ke tempat penginapan.
Keesokan harinya yaitu hari terakhir kami berada di bandung, kami menyiapakan kembali keperluan kami untuk pulang ke Jakarta. Kami berangkat pukul 8 pagi untuk menghindari macet di kawasan Bandung.  Kami sampai ke Jakarta pada pukul 4 sore. Saya sangat senang setelah belibur 3 hari di bandung dan mendapatkan pelajaran yang sangat berharga untuk tetap terus ingat kepada Allah


Praktikum II akhlak tasawuf Nurul Fikri

Nama         : Nurul Fikri
NIM           : 1113051000178
Kelas          : KPI 1/D
Mata kuliah    : Akhlak Tasawuf
                                                    Berakhlak Terhadap Allah
               Sebagai seorang muslim yang baik memang diwajibkan berakhlak kepada Allah SWT karena Allah adalah Tuhan yang menciptakan segalanya dengan sangat sempurna, kita sebagai seorang manusia diciptakan atas kehendak-NYA, oleh karena itu alangkah baiknya kita berakhlak kepada sang Kholik sebagai rasa syukur kita.
                Disini saya akan menceritakan pengalaman saya mengenai berakhlak terhadap Allah, pada tahun 2010 alhamdulillah dengan izin Allah, saya dan keluarga yang terdiri dari kedua orang tua saya dan ke dua adik juga nenek telah melaksanakan ibadah Umroh, ketika itu saya masih kelas 1 SMA, saya tidak pernah menyangka bahwa saya akan melaksanakan ibadah Umroh yang artinya saya akan pergi ke Mekkah dan Madinah yaitu dua kota suci padahal saya belum memiliki apa-apa, tapi ketika saya bertanya pada ke dua orang tua saya ternyata jawaban mereka sangat mengejutkan dan membuat saya sangat terharu dan meneteskan air mata, bahwa alasan mereka memberangkatkan saya Umroh adalah karena ketika saya masih dalam kandungan, mama saya bernazar didepan ka’bah ketika melaksanakan ibadah Haji jika anak yang keluar dari rahim saya ini telah hafal qur’an 5 juz saya akan memberangkatkannya Umroh tetapi jika anak ini telah hafal qur’an sebanyak 30 juz saya akanmemberangkatkannya Haji. Subhanallah, dengan izin Allah akhirnya do’a mama terkabulkan, anak yang sedang dalam rahimnya saat itu adalah saya dan Alhamdulillah saya telah menyelesaikan hafalan qur’an sebanyak 5 juz oleh karena itu maka orang tua memberangkatkan saya ibadah Umroh sesuai dengan nazar mama. Akan tetapi dengan kemurahan Allah indahnya ibadah Umroh itu tidak hanya saya sendiri yang merasakan melainkan ke dua orang tua saya yakni mama dan papa serta ke dua adik saya begitu pula dengan nenek saya semuanya berangkat Umroh.
                  Sungguh itu adalah nikmat luar biasa yang Allah beri untuk saya, ketika itu saya dan keluarga langsung mempersiapkan segala keperluan untuk umroh mulai dari pakaian, uang, visa, kesehatan dan lain sebagainya. Ketika hari keberangkatan tiba semua sanak keluarga, tetangga, sahabat dan kerabat datang kerumah untuk mengantarkan kami menuju bandara melaksanakan ibadah Umroh, subhanallah segala doa dilantunkan untuk kami dengan sangat khidmat dan khusyuk, setelah segala rangakaian doa selesai kami menuju bandara dan sampai kami disana langsung naik pesawat Jakarta-Jeddah, sesampainya di Jeddah saya bahagia sekali karena semakin dekatlah pada kota suci.
                  Perjalanan kami setelah dari Jeddah adalah kota Madinah Al-Munawwaroh, ketika sampai di Madinah saya terharu subhanallah inilah salah satu kota perjuangan Rasulullah. saya dan keluarga mengucap rasa syukur tiada henti. Kami langsung menuju Masjid Nabawi melaksanakan sholat, ketika di Masjid Nabawi saya terkagum kangum dengan bangunan yang megah dan indah, disana juga kami berziarah kubur dimakam Rasulullah. Dan memanjatkan do’a disalah satu tempat mustajabah di Raudoh, dekat makam Rasul. Setelah beberapa hari kami di Madinah dan mengunjungi tempat-tempat sejarah perjuangan Islam disana, lalu kami berangkat menuju kota Makkah Al-Mukarramah, setelah sampai disana kami langsung melaksanakan ibadah Umroh, dan berjalan menuju Masjid Al-Haram, ketika sampai dimasjidnya kami langsung melihat Ka’bah Baitulloh, subhanallah bergetar hati ini tak terasa air mata pun menetes bersyukur atas segala karunia yang diberikan Allah. Setelah itu kami langsung bergegas melaksanakan serangkaian ibadah Umroh yaitu Thawaf, Sa’i, dan Tahalul betapa nikmatnya melaksanakan ibadah Umroh tersebut lalu saya dan papa sholat sunnah di Hijir ismail dan berdoa disana juga di Multazam, semua orang berebut untuk dapat berdoa ditempat mustajab itu.
               Ka’bah tak pernah sepi dari orang-orang yang berthawaf, haji, Umroh atau berdoa. sungguh pemandangan yang luar biasa indahnya, kami berdoa dekat ka’bah dengan khusyuk dan khidmat, saya menangis sejadi-jadinya memohon ampun pada Allah atas segala kesalahan dan memohon agar Allah meridhoi, merahmati dan memberkahi diri saya, keluarga, dan seluruh orang yang berbuat baik pada saya dan semoga segala hajat kami Allah kabulkan, serta agar kami sekeluarga dapat kembali lagi melaksanakan ibadah Haji dan Umroh memenuhi panggilan Allah. Aamiin ya Robbal alamiin.
              Sungguh itu adalah perjalanan dan pengalaman yang sangat luar biasa menggugah hati, pikiran dan jiwa saya untuk senantiasa berakhlak kepada Allah dengan cara cinta kepada Allah, bersyukur pada Allah, berTaqwa pada Allah, berTawakkal, senantiasa mengingat Allah, berTaubat dengan-Nya, dan selalu membasahkan lisan ini untuk menyebut Asma Allah, memperbaiki diri, dan berusaha melakukan akhlak terpuji lainnya.
               Kita sebagai manusia diciptakan untuk menyembah Allah SWT sesuai dengan Al-qur’an yang artinya : “tidaklah aku ciptakan jin dan manusia kecuali untuk beribadah kepada-KU”. Menurut pendapat Quraish Shihab bahwa titik tolak akhlak pada Allah adalah pengakuan dan kesadaran bahwa tiada tuhan melainkan Allah. Dia memiliki sifat-sifat terpuji; demikian agung sifat itu, jangankan manusia malaikat pun tak mampu menjangkaunya. Sesorang yang berakhlak luhur adalah seseorang yang mampu berakhlak baik kepada Allah SWT dan sesamanya. Semoga kita semua adalah orang-orang berakhlak. 

Praktikum III Akhlak Tasawuf

PRAKTIKUM III AKHLAK TASAWUF
CARA MUDAH MENDAPATKAN QURBAH ATAU MAIYAH
Nama              : Syaviera Dena Ananda
Nim                 : 1113051000145
Kelas                : KPI1D
Mata Kuliah    : Akhlak Tasawuf
Pengalaman saya Dena mengamalkan surah ar-Rahman setiap setelah shalat Fardhu
Pengalaman saya setelah membaca dan mengamalkan surah ar-Rahman ayat 1-4 adalah saya lebih merasakan nikmat, sadar akan semua ke-Esaan Allah SWT sebagai pencipta, dengan segala ciptaan yang telah diciptakan. Saya merasakan sifat Allah yang Maha Pemurah, saya telah dilancarkan dalam mengerjakan tugas-tugas terutama tugas laporan bacaan akhlak tasawuf. Maka dari itu saya sangat bersyukur bisa mengamalkan surah ini dan saya yakin Allah SWT akan membantu hambanya yang bersungguh-sunguh.
Surah ar-Rahman membuat saya berfikir tentang betapa seramnya ancaman Allah terhadap perbuatan neraka. Dengan saya tau itu, saya berusaha menjadi orang yang lebih baik lagi, lebih mendekatkan diri kepada Allah dan meningkatkan semua kewajiban saya. Karena disini juga digambarkan betapa indahnya pahala bagi orang yang bertakwa.

Di surah ar-rahmah juga sudah jelas semua akan ciptaan-ciptaan Allah SWT. Dengan itu, saya lebih menjaga dan menghargai lagi semua ciptaan Allah. Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah kamu dustakan.